Gedung Perkantoran di Jakarta Capai Puncak Over Supply, proyek 2016

JAKARTA - Ruang perkantoran di Jakarta tahun 2016 diproyeksikan akan alami puncak over supply atau pasokan yang berlebihan.
Colliers International Property Consultant, dalam laporannya mencatat, pasokan yang berlebih disebabkan karena adanya perkantoran yang tertunda penyelesaiannya di tahun 2015.
"Ada 140 ribu meter persegi ruang kantor yang tertunda di 2015 yang dampaknya akan terbawa pada tahun 2016, maka tahun 2016 jumlahnya mencapai 700 ribu meter persegi," papar Associate Director Research Services Colliers International, Ferry Salanto, di Jakarta, Rabu (6/1/2016).
Ferry menjelaskan, gedung yang tertunda di tahun 2015 tersebut berjumlah dua gedung. Sedangkan yang mulai beroperasi di 2015 berjumlah delapan gedung.
"Sehingga rata-rata pasokan gedung perkantoran berjumlah 600 ribu meter persegi dalam setiap tahun dari tahun 2016 sampai 2018, di mana semua gedung tersebut saat ini masih dalam tahap konstruksi," pungkas Ferry.
Jumlah tersebut, lanjut Ferry, merupakan gedung di area Central Business Districk (CBD). Total dari 2016 hingga 2018 jumlah pasokan gedung perkantoran mencapai 5.182.000 meter persegi.
Sementara pasokan gedung perkantoran di luar area CBD terdapat sembilan gedung baru yang beroperasi di 2015. Sedangkan enam gedung mengalami delay atau tertunda penyelesaiannya.
"Ekspektasi kita untuk di luar CBD sebanyak 901.673 meter persegi dari 2016 sampai 2018, tapi 30 persen dari total pasokan yang ada baru hanya planning, belum di mulai pembangunannya," pungkas Ferry.
Share this article :
+
0 Komentar untuk "Gedung Perkantoran di Jakarta Capai Puncak Over Supply, proyek 2016"